Stan Dinas Pertanian Demak Juara I Nasional
Demak – Stan Dinas Pertanian Kabupaten Demak dinobatkan sebagai juara I dalam Soropada Agro Expo di Temanggung, baru-baru ini. Replika Tyto alba atau burung hantu raksasa dinilai menjadi nilai lebih stan yang dihiasi gebyok ukir pada pintu masuknya.
Kepala Dinas Pertanian Demak, Wibowo melalui Kabid Agribisnis, Sri Lestari mengatakan, pihaknya menerima trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 6 juta atas capaian prestasi ini. Sedikitnya, 82 stan se-Indonesia ikut serta dalam event ini. ”Peserta tidak hanya dari Jawa, tapi ada juga dari wilayah tengah dan timur Indonesia. Kami senang bisa menjadi stan terbaik tingkat nasional,” ujarnya.
Kabupaten Demak, sendiri sebelumnya pada 2010 hanya berhasil membawa gelar juara III. Namun kali ini dengan mengusung tema ”Desa Wisata Tyto Alba Mendukung Sukses Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Pajero)”, justru stan Dinas Pertanian malah diganjar prestasi. Replika burung hantu ini tingginya hampir dua meter. Terbuat dari kasa dan kawat, lalu dihiasi dengan beragam komoditas pertanian seperti kacang panjang, jagung, cabai merah serta padi.
Predator Organisme
Adapun pertimbangan menonjolkan ikon burung hantu, menurutnya, salah satu predator organisme pengganggu tanaman (OPT) ini dirasa memiliki jasa besar bagi petani. Berbagai macam cara sebelumnya sudah dilakukan untuk mengendalikan hama tikus seperti gropyokan, emposan, tanam serentak, sanitasi, penggunaan rodentisida, dan umpan beracun hingga sistem tanaman perangkap.
Namun konsep pengendalian hama terpadu dengan memelihara burung hantu justru lebih efektif. ”Dalam sehari, burung hantu mampu memburu 12 ekor tikus. Bahkan, tiga sampai empat ekor di antaranya bisa dibunuh dalam semalam.”
Hampir semua kecamatan kini telah digalakkan untuk mengembangbiakkan burung hantu dengan membuat rumah burung hantu (rubuha). Harapannya, target peningkatan produksi pertanian sebesar 20,4% dari tahun sebelumnya bisa tercapai pada tahun ini.
Sumber : berita.suaramerdeka.com
Comments
Post a Comment