Kaki Kiri Dulu! Kenapa Harus Kaki Kiri?

Kenapa harus kaki kiri trrlebih dahulu saat turun dari kedaraan umum?


Pasti dari kalian sering mengalami ataupun sekedar mendengar kernet angkatan umum teriak "kaki kiri kaki kiri kaki kiri" :D mulai dari yang berangkat sekolah, ke kampus, ke kantor hingga ke pasar selalu menemui hal tersebut.


image

Dimana setiap angkutan umum menurunkan penumpang sang kernet dengn lantang meneriakkan.


Kaki kiri!!


Kaki kiri!!


Kaki kiri dulu woy!!


Loh! emangnya kaki kirinya kenapa? Pasti yang jarang naik angkutan umum atau jarang mendengar teriakan seperti itu akab bertanya-tanya. Kaki kirinya kenapa? Apakah kaki kirinya sakit? :D.
Padah sebenarnya maksud si kernet adalah untuk mengingatkan agar melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu saat penumpang turun.


Pertanyaannya adalah kenapa harus kaki kiri terlebih dahulu? Atau mungkin ada yang tidak mempesulikan teriakan sang kernet tersebut?


Ketika kita naik kendaraan umum, bus/kopaja/angkot berada di sebelah kanan kita, sebab trotoar berada di sebelah kiri. Otomatis, jika kita menggunakan kaki kanan saat naik, posisi kita akan searah dengan laju bus/angkot, jadi kemungkinan kita jatuh akan lebih kecil, dibanding kita ngotot naik menggunakan kaki kiri.


Kayak gini penampakanya kalau naik menggunakan kaki kanan.


image

Sedangkan saat turun menggunakan kaki kiri berikut penjelasan lengkapnya.


Menurut ilmu fisika, setiap benda bermasa memiliki kelembaman (kemalasan). Artinya benda yang sedang diam akan malas/sulit untuk bergerak dan sebaliknya benda yang sedang bergerakpun akan sulit untuk berhenti. Nah, jika kita sedang berada di dalam bus yang sedang bergerak kemudian kita turun ke aspal yang diam maka tubuh kita akan cenderung tetap bergerak sehingga kita bisa terjatuh.


image

Kebiasaan seperti itu muncul di negara yang lajur kendaraannya berada di sisi kiri, atau kendaraan dengan kursi sopir di kanan, termasuk di Indonesia. Sehingga kalo kita turun dengan mendahulukan kaki kiri, yang kita lakukan adalah mempertahankan posisi badan kita agar ketika turun ke aspal kita cenderung bergerak ke depan. Badan menjadi lebih seimbang dengan bergerak ke depan.


Tapi sebaliknya, jika kaki kanan yang duluan turun tubuh kita akan sedikit berputar ke kiri, akibatnya kita akan cenderung bergerak ke samping. Dari dua keadaan tersebut kita akan lebih mudah untuk mempertahankan keseimbangan dengan bergerak ke depan.


Alasan lain yang mendukung penjelasan tersebut diatas dan sangat Indonesia sekali adalah karena buruknya pelayanan bus terhadap penumpang. Dalam hal ini berarti, konsumen yang selalu dirugikan. Dibeberapa tempat, masih banyak bus yang tidak berhenti total ketika menurunkan penumpang. Alasannya karena bus belakang udah nyodok, diburu waktu, ataupun karena sedang kejar-kejaran dengan bus lainnya. Sehingga penumpang yang hendak turun diperingatkan untuk melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu. Seandainya bus berhenti total, penumpang yang hendak turun bebas melangkahkan kaki manapun. Lebih aman, lebih menghormati penumpang.


Gimana masih mau pakai kanan saat turun dari kendaraan umum? Tapi apapun pilihan anda yang penting semoga selamat sampai tujuan.

Comments

Popular posts from this blog

Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?

Prajurit Kodim 0716/Demak Gelar Latihan Tembak dengan M16

Sebuah Rumah Di Karangawen Demak Ludes Terbakar